Sunday, October 7, 2007

Puasa Ramadhan membentuk Pribadi yang Sabar


Oleh : Hasnan Abimanyu


Sabar ada batasnya”, begitu kata orang. Akan tetapi menurut Allah sabar tidak ada batasnya, QS Ali Imran (3):200. “Ishbiru, wa Shobiru”, sabarlah dan tingkatkan kesabaranmu. Itulah perintah Allah SWT, sehingga dalam menjaga kesabaran kita dituntut untuk meningkatkan kesabaran.

Sabar, merupakan kata yang banyak disebut dalam Al Qur’an, kira-kira sebanyak 79 kali di berbagai ayat didalam AlQur’an. Adapun kesabaran merupakan kepribadian seorang mukmin, sebagaimana hadits Rasulullah saw.: “Aneh, kepribadian seorang mukmin. Segala yang menimpanya, baik baginya. Apabila dia ditimpa musibah, dia bersabar. Dan itu baik baginya. Dan Apabila diberi karunia, dia bersyukur. Dan itu baik baginya.”

Sabar juga merupakan ujian dari Allah SWT kepada kita, apakah kita menjadi orang yang mendapat petunjuk. (QS Al Baqarah (2): 155-157)


Dalam menjalankan puasa di bulan Ramadhan kita dituntut untuk selalu bersabar. Bersabar menunggu saat berbuka, sabar ketika melihat orang lain sedang makan dan minum, sabar terhadap orang yang mengajak kita bertengkar, dsb.

Selain kita bersabar dalam bulan Ramadhan ini, kita juga dituntut untuk bersabar dalam berbagai hal, sbb:

1. Sabar atas cobaan dunia. (QS Al Munafiquun (63): 9)

Banyak macam cobaan dunia, apakah itu kelaparan, kemiskinan, dll. Akan tetapi cobaan yang sangat berat dalam bersabar adalah ketika kita mendapatkan banyak kenikmatan dan karunia berupa harta. Sedikit orang yang bersyukur apalagi yang sabar atas cobaan tersebut.

2. Sabar dari keinginan nafsu (QS Ali Imraan (3): 14-15)

Banyak keinginan manusia yang ingin digapainya dan dimilikinya. Dari pasangan, anak-anak, kendaraan, rumah, harta benda, perhiasan, sawah ladang, dst. Hal ini menyebabkan orang yang ingin meraihnya tidak sabar dalam melakukannya. Terjadilah tindak kejahatan berupa korupsi, mencuri, merampok, dll.

3. Sabar dalam taat menjalankan ibadah (QS Al Hajj (20): 132)

Selain menjaga kesabaran dalam cobaan dan nafsu, kita juga dituntut untuk tetap bersabar dalam menjalankan ibadah dan dalam rangka taat kepada Allah SWT. Ada manusia yang tidak sabar dalam menja lankan ketaatan kepada Allah SWT. Merasa lelah dalam beribadah dan taat. Ketika sholat merasa lelah harus mengerjakan sholat 5 waktu sehari semalam. Merasa lelah untuk berpuasa, sehingga kalau dia berpuasa berpura-pura didepan orang atau mencuri-curi makan dan minum.

4. Sabar atas beban dakwah (QS Luqman (31): 17)

yang ringan berupa cemoohan dan ejekan, maupun yang berat berupa ancaman dan siksaan. Hal ini merupakan sunnah dari dakwah itu sendiri, sebagaimana yang dialami oleh para Nabi dan Rasul, juga pengikutnya.

5. Sabar dalam peperangan (QS Al Baqarah (2): 177 dan Al Anfal (8): 45-47)

Dalam peperangan kita dihadapkan kepada musuh dan kesulitan berupa medan, kendaraan dan sedikitnya perbekalan. Hal ini dituntut kesabaran yang tinggi bagi yang menjalani peperangan. Ketika seseorang tidak sabar, maka dia akan mengundurkan diri dari peperangan (keluar dari barisan) atau bahkan membelot menjadi antek dan mata-mata musuh.

6. Sabar dalam berhubungan dengan sesama manusia (QS An Nisaa (4): 19)

Manusia adalah makhluk sosial yang mau tidak mau dia harus berhubungan dengan manusia lainnya. Dia tidak akan bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Namun dalam kehidupan sehari-hari kita bersinggungan dengan orang lain yang memiliki sifat, tingkah laku dan perangai yang berbeda-beda. Sangat mungkin hal ini menjadikan konflik diantara kita. Oleh sebab itu lah kita dituntut untuk bersabar dalam berhubungan dengan manusia lain di sekitar kita.

Dalam bulan Ramadhan ini yang disebut juga dengan bulan tarbiyah, dimana kita berpuasa, ditempa, ditarbiyah (didik) untuk selalu taat kepada Allah dan bersabar dalam menjalaninya, marilah kita tingkatkan kesabaran kita dalam segala sisi kehidupan kita. Semoga ibadah kita di bulan yang penuh berkah dan ampunan ini menjadikan pribadi kita pribadi yang sabar. Amiin ... Wallahu a’lam bi shawwab.


0 comments: